Cerita Panas, Cerita Basah, Mesum Online, Esek-Esek, Cerita Hot, Merem Melek, Kisah Seks, Cerita Dewasa 17+
Saturday, August 4, 2018
Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku
bukuceritadewasaonline - Jam dipergelangan tanganku menunjukkan pukul 10 lewat 12, berarti sekitar 10 menit lagi pesawat yang ditumpangi Kiyat akan mendarat.
Minggu pagi itu aku sudah menunggu di bandara polonia menunggu kedatangan Kiyat kawanku saat di Jakarta dulu. Kiyat adalah seorang pemuda keturunan Chinese berusia 33 tahun sebaya denganku, hanya saja tubuhnya lebih tinggi dan besar daripada aku yang hanya 170 dengan berat 60 kg sementara dia 185 dan berat 90 kg. Di Jakarta kami bertetangga, rumah orangtuanya dan orang tuaku bersebelahan dan orang tuanya adalah mantan majikan dari istriku.
Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku, Yah istriku adalah mantan pembantu rumah tangga pada keluarga kiyat. Tetapi meski pun dia pembantu tetapi wajahnya sangat jelita dan bodynya sintal persis ayu azhari makanya aku pacarin dia, mirah namanya, saat ini berusia 27 tahun.
2 bulan menjelang aku menikahinya, mirah berhenti bekerja dan setelah menikah kami merantau ke medan. Rupanya rezekiku memang disini, bisnis ku berkembang dan sekarang aku punya rumah sendiri yang lumayan megah serta mobil camry keluaran terbaru.
Kiyat sahabatku ini kebetulan sedang ada bisnis di pekanbaru, setelah urusan selesai ia berniat mampir ke tempatku karena kebetulan tidak jauh hanya lk ½ jam penerbangan. Aku menunggunya diruang kedatangan sambil merokok.
Tak berselang lama kulihat sosok yang kukenal celingukan di pintu kedatangan, aku melambai, ia melihat dan tersenyum. Bergegas kami mendekat dan berangkulan, maklum sudah lima tahun kami berpisah. Diperjalanan menuju rumahku kami banyak bercerita tenatang masa lalu dan sekarang, rupanya ia masih betah melajang, belum ada yang cocok katanya. Akhirnya jam 11.30 kami sampai di rumahku, ia takjub memandangi rumahku.
"Hebat kau sudah jadi orang kaya rupanya."
"Ah belum seberapa dibandingmu aku merendah."
"Wah Mirah, sudah lama kita ngga ketemu gimana kabarmu? Sudah ada momongan?"
"Baik koh.. belum tuh." Sahut istriku.
"Wah kalian payah masa udah lama kawin belum punya anak, gimana sih lu Son." sindirnya padaku.
Aku hanya nyengir, "Belum dikasih yat, yah sabar ajalah."
Malamnya sekitar habis maghrib aku dan Kiyat keluar menikmati pemandangan kota Berastagi, sekitar jam 9 setelah puas berkeliling kami pun pulang.
Diperjalanan saat lampu merah, didepan mobil kami berhenti sebuah motor tiger ditumpangi sepasang muda mudi. Yang membuat kami terbelalak adalah si perempuan yang berkaos putih dan bercelana jeans chatter, bawah kaos terangkat keatas sementara celana nya tertarik kebawah sehingga menampakkan belahan pantatnya yang mulus putih.
Kiyat terlongo menyaksikan sambil berdecak
"Wuih. Ikutin Son" serunya ketika lampu menyala hijau.
Kami pun membuntuti perlahan dibelakang motornya, namun ternyata di perempatan depan mereka berbelok arah sementara kami terus lurus,
"yah" kecewa Kiyat.
Sampai dirumah kami menonton tv, sementara istriku pamit tidur. Saat asik menonton acara tv, Kiyat berbisik,
"Son kita ke lokalisasi yuk," ajak Kiyat
"Ngapain lu, udeh malem nih" sahutku
"Aduh ngaceng terus nih, gara-gara cewek tadi" katanya
"Haha..ha.." aku tertawa.
Tiba-tiba muncul fantasiku yang sangat lama kupendam dan pernah dua kali ku utarakan pada istriku dan istriku setuju, namun niat itu belum kami jalani karena masih ragu.
"Hm kucoba aja sekarang" batinku.
"Sebentar yat aku kekamar dulu" pamitku.
Aku masuk kamar, ternyata istriku belum tidur. Kuutarakan saja niat ku yang terpendam selama ini pada istriku.
"Mam, kamu masih ingetkan tentang fantasi kita dahulu?" pancingku.
"Hmm.. ya kenapa ?" sahut istriku.
'Gimana kalo kita lakukan aja sekarang?" usulku.
"Sekarang?.. dengan siapa ?" Tanya Mirah.
"Kiyat lagi kelimpungan, gara-gara liat pantat cewe dijalan, sekarang lagi konak Kasihan tuh kiyat.."
"Tapi .." istriku ragu-ragu.
"Ah sudah.. tak apa-apa" rayuku. Istriku akhirnya setuju.
"Nanti kalo dia masuk kamar, kamu pura-pura tidur, terus pamerin ini mu" kataku menepuk memeknya.
Lalu kuperosotkan cd nya.
"Ih.. kok dibuka sekarang?" kata Mirah.
"Biar gampang" sahutku. Aku pun keluar kamar menemui Kiyat di ruang keluarga.
"Wah.. istriku udeh tidur. Ngga bisa tuh Yat kita keluar" pura-pura ku.
"Terus gimana gue dong?" wajah kiyat memelas campur belingsatan. Aku senyum
"Begini aja,, kalo cewek diluar sana kan kotor, gimana kalo yang bersih aja" kataku
"Maksud lo?" tanyanya. Aku membisikkan fantasiku kepada Kiyat.
"Ahh gila lo, bisa dibejek gue ama bini lo."
"Lo tenang aja, bini gue kalo tidur udeh kaya orang mati. Ada bom meledak disamping juga gak bakal bangun" bujukku.
"Ah.. serius lo?" Kiyat tak yakin. Kutarik tangan Kiyat bangun dari kursi menuju kamar, kubuka pintu kamar. Kiyat terlongo melihat pemandangan didalam kamar, di ranjang Mirah yang pura-pura tidur, dasternya terangkat keatas sampai dada dan tidak mengenakan celana dalam.
Otomatis selangkangannya yang berbulu lebat terpampang sementara sepasang buah dadanya yang
montok mengintip sedikit dari bawah daster yang tersingkap.
"Wah.. mulus banget bini lu, lebat lagi bulunya" Kiyat menelan liurnya menyaksikan itu.
"Udeh jangan lama-lama . buka pakaian lu" kataku.
baca juga : Cerita Dewasa Berpacu Kenikmatan Bersama Janda Seksi
Kiyat segera membuka semua pakaiannya. aku tertegun melihat kontol Kiyat yang sudah sangat tegang besar dan panjangnya melebihi punyaku, berurat pula di sekelilingnya. Kiyat mendekati istriku yang sedang ngangkang mempertontonkan auratnya.
Di elusnya memek istriku lalu diciuminya.
"Wangi Son" katanya. Dibukanya bibir kemaluan istriku, tampaklah bagian dalamnya yang berwarna pink. Dijilatinya bagian dalam bibir kemaluan istriku kanan dan kiri, kulihat istriku menahan gairahnya mendapat cumbuan.
Cerita Dewasa Istriku Kubagi ke Temanku, Kiyat semakin dalam memasukkan lidahnya menjilati kacang istriku, istriku yang tak kuat mendesah perlahan. Kiyat tetap nekat menjilati memek istriku bahkan kini semua mulutnya terbenam di selangkangan istriku. Istriku bangun dan duduk tak kuasa menerima rangsangan itu, berpura-pura kaget .
"Loh Koh Kiyat ngapain, loh udah telanjang. Ih.. gede amat barangnya" kata istriku
Kiyat berdiri ditepi ranjang mempertontonkan barangnya yang mengacung bergerak-gerak, kulihat ukurannya melewati pusarnya. Wah kalo masuk ke memek istriku bisa mentok tuh ke rahimnya. Kiyat melangkah perlahan mendekati istriku dan berada diantara kedua paha istriku.
"Koh.. mau ngapain" pura-pura istriku. Kiyat hanya senyum sambil mengelus kedua paha istriku.
"Ih.. geli ah.. tuh ngacung-ngacung lagi barangnya" kata istriku
Kiyat yang sudah tak tahan mendorong tubuh istriku ke kasur lalu menindihnya, mulutnya menciumi mulut istriku yang disambut istriku, lidah mereka saling melibat.
Tangan kiri istriku meremas-remas batang kemaluan Kiyat yang semakin tegang. Kiyat melepas ciuman dimulut istriku, kedua tangannya melepas daster yang dipakai istriku lalu tangan kirinya menyelusup kebalik punggung Mirah melepas kaitan BH dan melepaskannya.
Kini istriku terbaring menelentang, kedua tangannya terentang mempertunjukkan ketiaknya yang bersih sementara dua bukit di dadanya yang berukuran 38 dengan puting merah dadu berguncang pelan akibat gerakan nya. Kiyat melongo berdecak kagum.
"Gila tau kaya gini bodi lu, dulu-dulu gue embat" istriku tersenyum.
"ekarang juga sama aja kok" sahutnya.
Jemari kiyat memilin puting istriku bergantian dan meremas bukit yang mengkal tersebut lalu perlahan mulutnya menyusuri buah dada istriku dan melumatnya.
"Akhh.." desah istriku.
Kiyat merenggangkan kedua paha istriku dan memperhatikan gundukan kecil berbulu lebat, ditempelkannya batang kejantanannya dimulut kemaluan istriku, perlahan ditekan dan blesss masuklah batang kontolnya ke dalam benda kesayanganku.
Perlahan digoyangnya tubuh istriku yang montok, aku betul-betul horny melihat tersebut. Serasa mimpi, khayalanku terlaksana juga. Kontan saja kontolku pun mengacung tegang di dalam celana menyaksikan istriku melayani lelaki lain dihadapanku.
Ada lebih kurang 20 menit berlalu tubuh montok istriku yang putih mulus mulai di basahi keringat. Dalam posisi missionaries, badan istriku didekap erat oleh kiyat. Kedua tangan kiyat menyelusup lewat ketiak istriku, sesekali diangkat ketika mulut kiyat melumat buah dada dan puting istriku.
Sementara kulihat bagian bawah kiyat merapat diselangkangan istriku, sesekali tampak merenggang memperlihatkan rambut rambut pada kemaluan mereka yang saat ini saling bertautan. Sesekali pula kulihat batang Kiyat yang kini mulai basah oleh lendir istriku terangkat lalu menghujam kembali ke lubang surga istriku.
Tiba-tiba istriku melenguh,
"Uhhh.. akhuu mauuu kelluarhh.. ohhh" dan nampak merah padam muka istriku pertanda dia orgasme telah sampai. Sesaat mereka terdiam lalu istriku mendorong perlahan tubuh Kiyat menjauhi
selangkangannya.
Kiyat mencabut kontolnya. Istriku mengambil kain di kasur dan mengelap cairan di memeknya. Setelah kering kembali telentang. Kiyat berujar kepadaku,
"Wahh.. enak luh barangnya.. sedep betul Son bini lu, sori ya.." katanya sambil cengengesan dan hendak memulai kembali kegiatan mereka.
Diangkatnya kaki kanan istriku dan disampirkan dipundak Kiyat, lalu Kiyat memasukkan batangnya menerobos liang istriku. Setelah masuk semua, kembali digoyangkannya kemaluan istriku. Istriku menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Kiyat.
Tak lama berselang Kiyat melenguh,
"Ohh.. gue mau keluar sayang. Dimana..?"
"Didalam saja sayang, biar enak" sahut istriku. Kiyat mendorong lebih dalam batangnya hingga masuk rahim istriku.
"Aaw jangan dalem-dalem, masuk kerahim ntar" kata istriku tapi Kyat tak perduli dia akan sampai, malah ditekan terus.
Istriku berusaha mendorong pinggul Kiyat tapi Kiyat menekan terus dan ohhhh, rupanya ia sudah melepas spermanya didalam rahim istriku.
Beberapa saat Kiyat mencabut kontolnya yang belepotan sperma mereka, istriku ngedumel pelan. "Koh Kiyat gimana sih udah dibilang jangan dalem-dalem eh malah ditekan, masuk deh kerahim nih." omel istriku.
"Kan biar lu cepet punya anak" kata kiyat. Aku hanya mesem saja, istriku berlalu kekamar mandi
membersihkan dirinya.
"Thank you ya Son, elu udah kasih kesenangan buat gue" Kiyat masih terengah-engah mengucapkan kepadaku. Aku kembali senyum.
Namun kontolku masih kenceng sekali, aku tak tahan dan membuka seluruh pakaianku, telanjang bulat. Ketika Mirah keluar dari kamar mandi langsung kudorong kekasur dan kusetubuhi. Kiyat berlalu kekamar mandi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.