Cerita Panas, Cerita Basah, Mesum Online, Esek-Esek, Cerita Hot, Merem Melek, Kisah Seks, Cerita Dewasa 17+
Tuesday, August 21, 2018
Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka
bukuceritadewasaonline - Jangan sebut namaku Iwan kalau ngga bisa mendapatkan wanita.. heheheheheee maaf bukannya aku sombong tapi semua juga tau kalo ada tips dan trik untuk menggaet wanita di ranjang.
Umurku 20 Thn, tinggi badan 175, wajah kata emak sih ganteng banget. Bapakku juragan hasil bumi, pengepul besar hasil pertanian sedangkan emak mengelola toko di pasar. Karena bapak dan emak super sibuk maka terciptalah anak yang super alim dan ganteng. Iwan si anak juragan Darman, begitulah orang-orang menyebutku.
Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka, Selepas subuh bapak dan emak sudah ke pasar, tinggal aku sama dik Yanti anaknya mbok karti pembantu di rumah kami. Dari sinilah awal kenakalanku di mulai. Aku dan Yanti tumbuh bersama sekolah juga bersama, biaya sekolah semua dari bapak, mbok karti yang janda sudah tak mampu membiayai Yanti sekolah. Tapi sebagai gantinya sepulang sekolah Yanti wajib membantu si mboknya mengurusi kebutuhan kami sekeluarga.
Walaupun gadis desa tapi kecantikan Yanti sangat mempesona, wajah dan tubuhnya warisan si mboknya ayu dan montok.. Sebenarya aku naksir Yanti, bapak tahu dan merestui tapi emak masih berwatak kolot.. Menginginkan anak mantu yang sederajat masih di berlakukan hukum bobot bibit bebet. Si mbok dan Yanti tak luput dari ancaman emak untuk jaga jarak denganku, namaku bukan Iwan kalo tidak nakal..
Tiap pagi aku selalu di bangunkan si mbok,
"Mas Iwan, bangun dah siang.. sarapannya dah siap.. Ayo Mas bangun. nanti mbok di marahi bos e.. ( bos e sebutan buat emak )"
"Huhh lagi males mbok.. ini kan hari minggu ntar sejam lagi bangunin yahhhh, Huoooaaaaammmm"
"Eee.. mas Iwan ndak boleh gitu, sampean anak tunggal penerus keluarga. Jangan malas-malasan begitu"
Aku yang semalam begadang sampai larut dan kemasukan air surganya orang desa (arak) alhasil masih keok walaupun dah jam sembilan pagi. Tubuhku di goyang-goyang sama si mbok,
"Ayo mas bangun"
"Iya mbokkkkkk.. aaaahhhhhmmmmmm.." Aku menguap dan membuka mata. Deeegggggg perasanku ndak karu-karuan, panas dingin baru kali ini seumur hidupku melihat si mbok hanya memakai kutang.
Aku hanya bisa melongo dengan junior yang mengeras..
"Ayo mas turun, dah di masakin air hangat sama Yanti.. gih buruan mandi.."
"Bentar mbok.. masih ada pemandangan bagus nih."
"Ee..ee dasar bocah nakal!! matanya jelalatan, tak bilangin bos e lho ya"
"Jangan dong mbokkk.. pleaseeeeee" Aku merayu dengan wajah pura-pura memelas
"Ya udah buruan mandi keburu air nya dingin"
"Mau nya di mandiin si mbok"
"Apa masih kurang toh mas, dari kecil sampe sebelum sunat di mandiin si mbok.?"
"Hehehehehe sekarang beda mbok."
"Justru sekarang mas Iwan ndak boleh mandi sama si mbok, si mbok takut kalo mas Iwan jadi nakal"
"Aahh si mbokk.. aku kan gak nakal" Aku terus merayunya dengan sedikit memaksa si mbok untuk memandikanku.. tapi gatot alias gagal total.
Sambil berlalu dari kamarku si mbok berbisik,
"Mandinya sama Yanti aja ya mas, si mbok malu dah tua" Aku melongo untuk kedua kalinya.
Dengan langkah yang sangat malas aku berjalan ke kamar mandi belakang. Aku lebih suka mandi di kamar mandi belakang karena dari kecil terbiasa mandi di sana di mandikan oleh si mbok berdua dengan Yanti.
"Aaaahhhhhhhhmmmmmmmmmmmm.. Sialll masih ngantuk banget.."
"Mas Iwan, mau mandi sama Yanti?" tiba-tiba Yanti berkata. Karena masih ragu-ragu tak kupedulikan ajakan si Yanti. Begitu masuk ke kamar mandi otak kotorku bekerja dengan cepat,
"Yan, kalo mau mandi masuk aja.. pintunya ngga di kunci" kataku
"Ya mas" jawab Yanti
Tidak lama kemudian kreekk.. eehhhhh.. aku terkejut ternyata Yanti tidak main-main. Aku malu dan gugup, tubuhku panas dingin melihat Yanti melucuti pakaiannya. Terkesan lama banget untuk sekedar melepas babydoll, kulitnya langsat bersih, kencang dan.. Aduh toketnya montok, belahannya tercetak jelas dengan hiasan kalung liontin emas hadiah dari emak. Pas mantap seksi sekali, puting toketnya merah jambu, kecil sekali. Karena nafsu yang teramat besar aku nekat mendekapnya dari belakang dan menciumi pipinya. Toketnya terasa empuk dan kenyal di tanganku, aku meremasnya dengan kuat,
"Duuhhhh Mas sakiiittt.. pelan-pelan maaasssssss"
"Hhhhhhhhhhhh maaf Yan, aku mencintaimu"
"Iya Mas..Yanti tahu, Yanti juga cinta sama Mas"
Aku tatap matanya seolah meyakinkan cintaku kepadanya, mata Yanti lalu terpejam. Bibir tipisnya terbuka mengundangku untuk menciumnya, "Hhhhmmmmmfffff" Inilah ciuman pertamaku terkesan kaku. Bahagia sekali rasanya, perasaanku melambung tinggi ke atas awan..
"Oooohhhhhhhhhhhhhhsssssss.. maaaassssss.." desah Yanti. Tangan Yanti memegang penisku rasanya hangat geli-geli nikmat..
"Massss.. hanya ini yang bisa Yanti berikan sebagai bukti Yanti cinta sama Mas." Sambil berciuman, perlahan penisku di kocok-kocok Yanti, membuat ku terasa dipermainkan nafsu.
Rasa nikmat di penisku membuat naluriku bekerja sendiri tanganku meremas-remas toket Yanti menciumi bibir tipisnya.. pipinya.. lehernya, kedua toketnya.. Karena tak tahan dengan nikmat di ujung penisku, aku langsung melumat dan menyedot puting toket Yanti..
"Oooohhhhsssssss.." nafasku menderu-deru, kupeluk Yanti kuciumi wajahnya dan kukatakan sayang padanya.. Acara mandi bersama pagi itu sangat berkesan bagi kami, saling bercanda saling meraba dan saling memuaskan diri. Ya walau pun sebatas itu tapi sangat membuatku bahagia.
"Udah yuk mas.. nanti si mbok marah-marah kalo Yanti gak membantu di dapur.."
"Ayo deh, aku juga dah kedinginan nih.." Begitu selesai berganti pakaian ku buka pintu kamar mandi
Jleggg.. si mbok berdiri di depan kami dengan wajah memerah. Aku ngga tahu apakah marah atau bagaimana..
"YANTIII. masuk kamar !" Air muka si mbok memerah.. Aku takut kalau dilaporkan sama bapak ato emak, takut menjadi aib keluarga. Kami takut dan serba salah, aku hanya menunduk tanpa bisa berkata apa-apa.
Si mbok pun berlalu mengejar Yanti yang sedang menangis. Samar-samar terdengar suara si mbok yang menasehati Yanti.. Aku makin serba salah, aku merenung di kamar sendirian mencari jawaban atas sikap si mbok. Di satu sisi si mbok seolah mengijinkan aku mandi dengan Yanti, satu sisi yang lain memarahi apa yang telah terjadi diantara aku dan Yanti.
Bingung sekali..
"Apa ya maunya si mbok tadi ? Aaaahhhh lebih baik aku main air di sungai ujung sana, siapa tahu bisa nembak burung atau ikan gabus."Pusing kepala ini mikir..
Dengan semangat juang 45 .semangat yang tak mau ambil pusing, mau ada masalah, mau lapor ke bapak, mau di usir, ahhhh bodo amat. Pokoknya Iwan itu wajib di sini senang di sana senang
Wakakakakakakakakkakak..
Sambil bersiul ku panggul senapan angin merk sharp, senapan angin murahan sih.. tapi lumayan ok. Satu desa cuman aku tok yang punya model beginian, ada teropong nya. 30 menit berlalu tanpa terlihat satu ekor burung pun, sudah jauh aku berjalan di pinggir sungai.
Aaaahhhhh hari ini sial banget.. ngga ada target yang bisa di tembak.. Anjriitttt. Mana udara panas lagi.. uuufffff sapa suruh siang-siang gini cari burung. Aku terus melangkah menuju sungai yang paling dalam, berharap banyak ikan gabus besar-besar, kalo nongol tinggal dorr kepalanya. Tapi ternyata nasib sial masih setia menemaniku. Akhirnya kuputuskan berenang di sungai sendirian, mandi untuk yang kedua kalinya..
Uuhhhh segarnyaa sungai ini jernih bersih dan segar airnya. Nunggu ibu-ibu mandi ato pulang ya kok jadi horny gini, membayangkan ibu-ibu mandi aja dah tegang. Uuuuffff pulang aja dah. Tak terasa terdengar suara adzan ashar karena hari mulai sore maka aku bergegas untuk pulang melewati jalan pintas, menerobos jalan setapak yang di penuhi alang-alang menuju kebun bu lurah.
Cerita Dewasa Bu Lurah Ngembat Perjaka, Berharap nanti ketemu Yuyun anaknya bu lurah, Yuyun gadis desa yang diam-diam selalu melirik genit padaku. hhmmmmm akan ku manfaatkan jika SI PENIS PANJANG nya pas.. alias situasi kondisi toleransi pandangan serta jangkauan nya pas hehehehehehehehe.. Sambil cengar cengir, aku melangkah terus ke depan.
Byuuurrrrrrr!! adduuuhhh.. siaalllll!! siapa yang buang air comberan. Ya ampun kok sial terus begini.
Baunya seperti air rendaman cucian,busuk sekali.. Hoeeeggggg.. hoooeeeeeggg. Seketika itu aku muntah-muntah di tempat itu juga karena tadi pas berfikir mesum aku senyum-senyum dan tertawa sendiri, lalu bbbyyyuuuuurrrr ada air yang masuk ke mulut..
baca juga : Cerita Dewasa Ayah Tiri Selingkuh Dengan Anak Tiri
"Siapa di situ? maaf ngga sengaja.." Bu lurah keluar dengan terburu buru..
"Ooo nak Iwan toh.. kenapa nak Iwan ada di dekat sumur saya tadi, ngintip ya?" tanya bu lurah
"Maap bu lurah, sumpah saya ndak ngintip tadi saya melamun.. ee tau-tau ada di sini.." sergahku
"Wooo ada perjaka melamun toh.. Ya udah mandi sana di dalam, nanti bajumu tak cucikan."
Karena tak tahan dengan bau yang menyengat aku melangkah ke bilik mandi bu lurah. Ku lepaskan kaosku dan celanaku,
"Maaf bu, nitip kaos sama celana"
"Iya taruh situ aja Wan."
Aku langsung mandi dan tak berfikir apapun, berharap dengan mandi ketiga ini sialku juga luntur terbawa air.
"Wan handuknya di gantungan, itu pakai saja.. baru di cuci kok."
"Iya bu makasih."
Begitu aku mengambil handuk, ada sesuatu yang jatuh dan tersangkut di tanganku.. BH.. Uuffff kok gede sekali, punya siapa ya? Apa bu lurah susunya sebesar kelapa..? Tak terasa penisku sudah tegang, hanya memegang bh saja.
"Gilaaaaa benar ini, masak ku perkosa saja bu lurah?" pikirku. Mumpung sepi, mumpung ada kesempatan dan mumpung bu lurah juga janda. Aku nekat mengintip bu lurah mencuci kaosku duduknya mengangkang terlihat pahanya besar gempal. Wahhhh pasti besar pula bokongnya..
Wahhhh dasternya njeplak terkena air, lho putingnya kok kelihatan gitu.. alamak besarnya susu bu lurahku ini. Sambil mengintip bu lurah.. tanganku tak kuasa untuk tidak mengocok penisku.
"Oooohhhhhhhhhssssss.. mmmmmmmm"
"Nak Iwan mana celana dalamnya, masak gak pakai celana dalam" tiba-tiba bu lurah memanggil.
Ddeeegggg kaget sekali aku,
"Aa..aanu bu, aku.. ndak pernah pakai"
"Lho kok ngga pakai celana dalam kenapa?"
"Anu bu, biar tambah besarrr.."
"Coba sini ibu lihat dah seberapa besar.."
Tanpa sungkan bu lurah mendekati pintu kamar mandi dan langsung membukanya.
"Astaga penismu gede sekali Wan, ibu pegang ya"
"Aadddduuuuhhhhhhh bbbbuuuuu.. Ennnnaakkkkkkk kocokkkk bu.."
Penisku bukan di kocok tapi di urut.. dari pangkal terus ke ujung, nikmat tapi sakit. Teruss begitu sampai merah kehitaman, darah seperti terkumpul di penisku dan wow terlihat keras.. besar.
"Hhaahhhhhhhhffffsssssssss, Nikkkmaaatttttt.. nnnikkkmaaaattttttt bbbbbuuuuuuuu.."
Bu lurah jongkok dan menjilati penisku, ku jambak rambutnya ku paksa menelan utuh batang penisku. Rasa nikmat yang tak tertahankan membuat tanganku bernaluri liar mencari sasaran empuk.
Toket bu lurah montok sekali.. mantap di tangan, ku remas-remas kiri kanan, kadang ku pilin-pilin putingnya..
"ooohhhh massssss.. kulum toketku massss." Dengan tergesa-gesa di buka dasternya, alamak besar sekali toketnya perutnya juga sudah besar untuk ukuran wanita 40 tahun. Dengan rakus kujilati puting bu lurah, sambil tanganku meremas-remas toket yang lainnya. Bu lurah mendesah keenakan, tangannya tak berhenti mengocok penisku..
Kemudian tangan bu lurah menuntun tanganku menuju selakangannya, menuju memeknya. Terasa besar dan empuk. Tapi loh kok halus licin, ngga ada bulunya. Karena penasaran ku lihat ke bawah terasa panas dingin gemetar badanku memegang memek lurahku ini, kemudian bu lurah mengangkat satu kakinya di bak mandi.
"Di ciummmm ddi ssiiiniiiii mmassss.. ddii jiiillaaatttttthhsssssss" Kepalaku di paksa di selakangan bu lurah. mmmpphhhhhhh.. Terpaksa kujilati dan aku pun sangat menyukainya.
"Mmmmpphhhhhhhhh.. niikkkmaaattttttt.. yyyyaaa pppaassss diiii sssiituuu massssss seeedddooottttt, Oooohhhhhh akkkkuuu nnyaaaammmppeeekkkk mmassss.. ssssshhhssssss"
Aku ngga tahu senikmat apa yang di rasakan bu lurah, kakinya bergetar lalu jatuh di lantai. Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal seperti habis lari maraton.. Wajahnya tampak ayu ke ibuan, lalu ku dekatkan penisku ke wajahnya..
"Mmmpphhhhhh nikkkmaattt bbbuuuu.. Aaaahhhhh ooohhhhhhh ahhhhssss"
"Sini masss ibu kasih yangg lebih nikmaatttt"
Bu lurah berdiri membelakangiku dengan berrtumpu pada bak mandi tangan bu lurah memegang penisku dan mengarahkan pada memeknya. Terasa sangat basah licin dan sempit.
"Ooohhhhhhhhhhh.. peellann masss. Dorong pelan-pelannn, sakiiiitttsss.. penismu bessaarrrrrrrrrr.."
"Bleessssseeeesssddddhhhheeeeeeeggggggg" Secara naluriah ku gerakkan penisku maju mundur, kadang cepat kadang lambat sambil tanganku meremas-remas toket bu lurah yang bergoyang.
"Oooohhhhhhh. mmmppphhhhhh. ooohhhhhhh nyaammmpeeeeeeee.. llllaaaagggiiii mmmaaassssss."
Penisku terasa di jepit dan diurut memek bu lurah, sangat nikmat luar biasa. Ku diamkan penisku beberapa saat menunggu nafas bu lurah kembali normal.
Bleeeeessssssss.. Aku kocok penisku di dalam memek bu lurah dengan cepat. Aku ingin secepatnya meraih nikmatku..
"Ooohhhhhh Ooohhhhhh Ooohhhhhh ..bbbuuu..meemmeekkkmuuu. niiikkmmaaattttt.. Ooohhhhhh aaakkuuu nggaaaaa kkkuaaat. Bbbuuuukkkkkkkk.."
"Ccccrrrrruuuuuuttttttttt."
"Hhhashas hhsahhshshs." Ku peluk bu lurah ku ciumi wajah dan bibirnya.
"Makasih bu.. Nikmat sseekkaalllii" kataku
"Sama-sama masss.. aku juga.. 3 kali keluar, dapat perjaka ganteng pula.."
Ingin rasanya aku di dalam kamar mandi itu bersama bu lurah tapi sayup-sayup adzan magrib berkumandang.
"Bu aku pulang dulu"
"Mas Iwan pakai bajunya anto saja, tuh di gantungan"
"Iya bu.nitip baju yang tadi ya ?"
"Okeee.. asal mas Iwan harus bayar."
"Kalo uang aku ngga punya bu, bayar pake penis saja ya bu ?"
"Hhuuuusssss ya udah cepetan kita keluar sebelum mak darni melihat kita di sini.."
Krreeeettttt.
"Aaah.. aman Mas Iwan cepet keluar." Aku pun celingak celingukan, aman batinku.
Kemudian aku peluk lagi bu lurah aku mencium toketnya sekali lagi ngga nahan lihat montoknya. Karena asik dengan buah dada bu lurah aku tidak menyadari kalo ada orang yang mengintip dari dalam dapur. Tapi sekilas terlihat sandal kuning darni.
"Aahhhh si darni.. Sialan mak darni" batinku. Bu lurah tak kuberitahu.. aku takut jadi masalah besar pada janda tua itu.
Aku pun beranjak pulang lewat samping rumah bu lurah. Di tengah jalan aku ketemu Mak Darni dan berpapasan, Mak Darni berbisik,
"Mas Iwan.. aku tahu apa yang terjadi di sumur tadi."
"Terus kenapa mak"
"Kalo mas Iwan gak bisa menutup mulut saya.. ya maaf kejadian ini akan sampai pada pak Darman berikut seluruh desa.." ancam Mak Darni
"Hhhaahhh.. apa maunya mak darni?"
"Saya ini janda.. miskin pula. Nah mas Iwan pikirkan caranya menutup mulut saya..!"
"Aduh kacau ini" batinku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.