Tuesday, June 19, 2018

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri

bukuceritadewasaonline - Panggil saja namaku Rivan, aku adalah seorang karyawan di perusahaan franchise kota semarang (Jateng). Umurku sekarang 26 tahun, aku adalah tipe seorang laki-laki yang bisa dikatakan memiliki tubuh proposional. Aku mengatakan seperti itu karena banyak teman-temanku bilang kalau tubuhku atletis, berkulit putih, tinggi badan 172 cm dan berat badan 67kg. Sebagai seorang lelaki dewasa yang masih bujang, aku mempunyai hobi menonton film porno.
Selama aku bekerja aku tinggal di kontrakan karena aku ingin mandiri, walaupun sebenarnya jarak tempuh tempat kerjaku itu tidak begitu jauh dari rumahku. Sudah cukup lama aku memiliki sahabat yang sangat akrab sekali denganku, sahabatku itu bernama Pandu. Kami sering menghabiskan waktu ditempat hiburan malam bersama-sama, kadang ditempat dugem dan kadang juga ditempat family karaoke.

Pandu adalah seorang pembalap liar dan dia juga seorang yang bergabung di salah satu klub motor besar di area semarang. Di semarang dia cukup terkenal di kalangan pembalap liar di semarang terutama di daerah jalan alteri semarang. Dari hobi dan keahlian Pandu tersebut, Pandu sangatlah digemari para wanita, sehingga sekarang diapun mempunyai pacar seorang mahasiswi yang sexy, cantik dan menggemaskan sekali.


Sungguh Pandu ini sangat beruntung sekali karena dia bisa memiliki seorang pacar seperti Echa (pacar Pandu). Echa ini adalah seorang mahasiswi di salah satu universitas negeri di semarang dan mengambil fakultas hukum. Singkat cerita, pada suatu hari Pandu pun mencoba mengajak aku untuk olah vocal (Karaoke) di tempat family karaoke yang biasa kami kunjungi,

“ Van, olah vocal yuk, boring nih aku, ” isi pesan Pandu lewat BBM (blackberry Messenger).

“ Aduh sori nih Du, bukannya aku nggk mau tapi ini dompet lagi tipis nih, ini duit juga bakal buwat bertahan hidup aku dulu Du, ” jawabku.

“ Bener juga ya Van, ini aku juga ngepres banget duitnya, palingan kalau kita olah vocal juga nggk bakalan puas deh, Tapi gimana nih nasib si echa, soalnya aku udah terlanjur ajak dia keluar nih Van, ” ucap Pandu mencoba membujuk aku lagi.

Jujur saja sebenarnya aku ingin sekali menyetujui ajakannya, namun mau gimana lagi isi dompet sangat tidak mendukung keadaan,

“ Gini aja deh Du, gimana kalau kita mabuk aja dikontrakanku sampai pagi dan sekalian aja Echa kamu ajak kesini, gimana?, ” ucapku memberi usulan kepada Pandu.
“ Wah ide bagus tuh Van, selain asik itu juga low budget hahaha… ya udah tunggu yah bentar ni aku meluncur kesana, ” jawabnya.

Saat itu pun Pandu menyetujui usulanku kira-kira 30 menit berlalu, pada akhirnya terdengar suara suara motor yang nampaknya itu adalah Pandu. Setelah itu aku pun segera keluar dari kamar kontrakanku dan melihat siapa yang datang, ya ternyata benar itu adalah Pandu yang datang bersama pacarnya. Wowww… mantap sekali bro, Echa malam itu sungguh-sungguh terlihat luar biasa cantik dan sexy.

Malam itu jika para pembaca melihat sesosok wanita bernama Echa, dijamin para pembaca bakalan horny dadakan deh, haha.. Pada hari itu Echa memakai kaos ketat berwarna hitam, sehingga hal itu membuat terlihat buah dada nya Echa yang montok, kencang dan mencuat kedepan. Ditambah lagi saat itu juga memakai celana pendek jeans ketat ala anak sekarang, sehingga hal itu membuat pantat Echa terlihat benar-benar semok dan kenyal Bro.

Melihat Echa yang seperti itu si otong mendadak berdiri tegak menantang para pembaca dan aku semakin merasakan hasrat seks yang luar biasa kepada Echa,

“ Selamat malam brooo.. sory lama soalnya hujan deres nunggu reda dulu., ” Ucap Pandu sambil masuk ke kamar kontrakan saya dengan menggandeng masuk si Echa.
“ Ohhh santai aja bro, namanya juga hujan,, ini pacar kamu ya Pandu ???, ” Tanyaku sambil basa basi.

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri, Saat itu terus ku perhatikan wajahnya yang bener-bener putih bersih rambut rebonding lurus, kulit leher sampai dada tercium wangi seakan-akan nafsu semakin bergelora dan penis pun mengeluarkan sinyal yang kuat. Akhirnya kita sepakat untuk membeli minuman keras cap orang tua (cong yang minuman beralkohol khas semarang) sebanyak 9 botol dan makanan ringan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram,

“ Echa biar disini dulu ya bro ama kamu, gue belanja dulu buat pesta, ” kata Pandu kepada saya.
Saat itu dalam hati kecil aku berkata, wah ini kesempatan emas untuk lebih tau siapa Echa. Pengen banget ngajak ngobrol ah.
“ Siaapppp deech brooo, gue jagain si Echa, aman pokonya ama gue.., ” jawabku bersemangat karena tak sabar ingin berbincang dengan bidadari satu ini.

Tak lama kemudian Pandu pun pergi untuk membeli miras dan makanan tambahan,,, terlihat Echa duduk bersimpuh di atas kasur saya dengan tangan yang selalu membelai rambut lurusnya, apalagi ditambah parfumnya yang bener-bener wangi tercium menambah gairah semakin tak terbendung. Namun dalam benak saya juga berfikir, ini salah karena Echa adalah pacar sahabat saya, batinku pun mulai berdebat,
“ Nama kamu siapa.???, ”. tanyaku mengawali perbincangan dengan si Echa.
“ Echa mas, kalo mas siapa? Udah kenal lama sama si Pandu?, ” jawab si Echa dengan senyuman hangat.
“ Ohhh . aku Rivan dan aku sudah 5 tahun kenal dengan Pandu.., ” dengan serius aku mengobrol dengan si Echa.

Tak lama kemudian Pandu datang dengan membawa persediaan pesta untuk malam ini dan pesta pun dimulai. Awalnya saya membuka cong yang 3 botol dan saya bagikan untuk Pandu dan si Echa. Makanan tambahan untuk pelengkap 1 porsi kepiting saos tiram saya taruh mangkok besar dan kami pun menikmati suasana, 3 botol habis juga. Pandu meminta saya untuk membuka lagi minumannya akhirnya saya buka lagi.

baca juga : Cerita Dewasa Pasutri Threesome Saat Berendam

Echa juga saya tambah lagi minumannya, kami pun sambil bercanda bergurau pada malam itu. Akhirnya setelah habis masing-masing 2 botol, Pandu dengan muka yang merah merekah, Echa yang mulai meredup matanya, saya langsung membukakan lagi 3 botol untuk saya, Pandu dan pacarnya si Echa,
“ Ayolah brooo.. gitu aja dah K.O, kalah ama cewek kamu si Echa., ” aku menyuruh si Pandu untuk menambah minumannya.
“ Wehhh kamu ngeremehin gue brooo, sini gue habisin jatah kamu juga, ” Pandu menjawab.

Saat itu aku dengan perasaan berapi-api ingin menunjukkan bahwa dia jago minum, akhirnya si Pandu menenggak langsung 1 botol yang saya kasih. Dan kemudian mengangkat 1 botol lagi jatah saya namun hanya terminum seperempat karena mungkin sudah tidak kuat. Akhirnya dia tepar tak berdaya. Saya dan Echa dalam keadaan setengah tiang masih bercanda dan sesekali mengejek Pandu yang sudah gugur dalam perpestaan malam hari ini,
“ AAAAhhh payah cowok kamu Echa,, gitu aja K.O, ”. ujarku sambil bercanda dengan Echa.
“ Iya nih tadi sok-sok'an langsung nenggak 2 botol, eh malah K.O.., ”. sambil tertawa dan melayang-layang tubuhnya,,, matanya yang sudah mulai redup.

Saya mulai kembali bergairah untuk merasakan vagina si Echa, keadaan sudah ON ditambah melihat buah dada Echa yang bener-bener kencang. Dan putih kulit pada bagian dada dan lehernya membuat penis ini gak mau diajak kompromi. Selang beberapa saat kemudian, Echa membangunkan Pandu yang sudah tepar dan tertidur di kasur saya. Echa meminta diajak ke kamar mandi untuk kencing karena sudah habis 2 botol setengah,
“ Honey, bangun bentar, anterin aku ke kamar mandi, pengen pipis nih.., ” sambil membangunkan Pandu, Echa seakan sudah tidak tahan untuk mengeluarkan air kencingnya.
“ Sudah biarkan si Pandu tidur, dia dah gak sadar Echa, daripada bangun ntar malah muntah-muntah. ayo kuantar., ”. bujukku sambil berharap kesempatan siapa tau dapat rejeki.


Dengan sempoyongan berdiri langsung aku bantu si Echa untuk berjalan. Tangan kanannya kutaruh di pundak saya, aku peluk bagian dadanya tanpa sengaja memegang buah dadanya yang bener-bener padat. Penis pun mulai ereksi, sambil menuju ke kamar mandi, tanganku selalu beraksi seakan memberi bantuan dengan curi-curi kesempatan. Pada saat itu bener-bener keadaan sepi karena habis hujan, jadi gak ada orang sekitar yang masih bangun.

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri

Setelah sampai di kamar mandi, aku dudukan si Echa ke wc duduk. Aku lepaskan pelan-pelan dan si Echa meminta aku untuk menutup pintunya. tidak kurang akal, aku tutup pintu namun tidak saya rapatkan. Aku intip dari celah pintu, Echa mulai melorotkan celana dan CD nya, terlihat jembut yang sungguh rapi nan indah. Vaginanya merekah merah, perutnya yang langsing membuat penis semakin menunjukan tegangan tinggi saja.

Seakan ingin memasuki liang senggama milik Echa. Saat itu air seni Echa pun keluar dari vagina si Echa, saat itu terus kuamati vagina nya sampai selesai buang air kecil. Kemudian dia membilas vaginanya dengan semprotan air, terlihat wajahnya yang sungguh menggoda, dengan bibir tipis, mata sayu. Uuuuhh sungguh bidadari yang jatuh dari langit, dengan perasaan tak sabar aku langsung masuk ke kamar mandi aku langsung berdiri di depan Echa.

“ Echa, vaginamu sungguh menggoda., ” ujarku sambil melihat ke arah Echa yang dalam keadaan setengah tiang.
“ Kamu mau apa Rivan ?, ”jawabnya dengan terbata-bata dan seempoyongan.
Tanpa berfikir panjang langsung aku ambil posisi di depan vagina Echa, langsung ku jilatin vagina Echa yang merekah, kakinya ku taruh pundakku dan ku angkat ke atas,
“ Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk vaannn, enaaakkk bangeeettt, ” Desahan Echa menikmatinya, kelihatannya sudah on fire juga si Echa nih.

“ Srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp, ”
Suara jilatanku pada seluruh rongga vagina Echa dan aku hisap klitoris vaginanya, hingga Echa semakin meronta dan mendesah hebat.
“ Rivan, masukin yuk.. gatel nih vagina, ” terlihat sudah kalau Echa adalah hypersex.

Mendengar ajakan Echa tersebut, kemudian langsung ku angkat Echa, ku lepas baju dan branya. Aku balikan ke arah dinding, aku lepas celanaku dan aku basahi penisku dengan air liurku. Penis pun sudah tidak tertahan lagi, saya ajak Echa untuk doggie style sex.. perlahan kumasukkan ujung penisku dari belakang, ku gesek-gesekkan ke vagina Echa,
“ Masukin Rivan, ayooooo terus Rivann, ” Pinta Echa kepadaku.
Saat itu aku pun sudah tidak bisa menahan nafsu birahiku dan pada akhirnya,
“ Blesssssssss…, ”

Cerita Dewasa Kuembat Pacar Teman Sendiri, Pada akhirnya penisku pun masuk ke dalam lobang vagina milik Echa,
“ Aaaahhhh Ooohhh.. enak banget Rivan, dorong teruuuuussss Rivan, vaginaku penuh dengan penismu yang besar, ” desahan Echa.
Mendengar desahan Echa aku pun semakin semangat untuk memuaskan nya. Aku maju mundur keluar masuk dan terus ku goyang penisku ke vagina Echa. Aku merunduk dan sambil meremas buah dada Echa, sesekali aku pelintir putingnya yang sudah tegang. Aku remas-remas terus dan terus ku genjot. Echa hanya bisa mendesah, beberapa menit kemudian Echa akhirnya orgasme yang pertama kalinya.

Echa mengeluarkan cairan putih hangat terasa di penisku yang berada di dalam vagina Echa.
“ Aaaaccchhhh.. ssssstttt.. eemmmhhhh. keluar Rivan… Aaaacchhhhh oohhhh. Nikmat sekali Rivan, ”. desah Echa mulai tidak karuan.
Saat itu aku semakin menambah genjotanku, aku merasa senang dalam hati bisa membuat Echa orgasme dengan begitu cepat. Selang beberapa menit kemudian aku pun tak bisa menahan sperma untuk keluar, dalam masa puncakku ku genjot lebih cepat lagi akhirnya dengan penuh semangat. Aku cabut penisku dari vagina Echa dan aku keluarkan air maniku ke pantat Echa semua.

“ Crotttttttttt… Crottt… Crottt… Achhhhhhhhhhh, ”
Pada akhirnya air maniku pun keluar dengan cepat dan tercecer di pantat dan punggung Echa,
“ Makasih Echa, vaginamu sungguh luar biasa.., ” kataku sambil aku memeluk Echa.
“ Iya Rivan sayaang, aku juga yah karena kamu sudah ngasih aku kenikmatan malam ini, ” ucap Echa puas.

Setelah itu aku pun membilas pantat dan punggung Echa yang penuh air maniku. Setelah selesai aku pun kemudian membantu Echa untuk memakai pakainnya lagi dan aku antar dia untuk ke kamar menemani Pandu yang sudah terkapar tak berdaya akibat mabuk miras.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.