Cerita Panas, Cerita Basah, Mesum Online, Esek-Esek, Cerita Hot, Merem Melek, Kisah Seks, Cerita Dewasa 17+
Monday, January 1, 2018
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa
bukuceritadewasaonline - Aku jadi member di satu fitness center yang ada di salah satu mall deket rumahku. Ya biar bodiku tetep kenceng dan mencegah lemak tertimbun ditempat-tempat yang tidak diinginkan. Aku rutin latihan disitu, biasanya sih seminggu sekali tapi kalo lagi senggang bisa seminggu 2 kali, malah kalo lagi libur hampir setiap hari aku ke situ.
Aku kenal dengan salah satu instruktur sebut saja si abang, dia seneng ngobrol sama aku tiap ada kesempatan. Padahal banyak member perempuan yang lain, tapi si abang selalu mencari kesempatan buat ngobrol sama aku. Gak lama sich, sebab ngobrolnya paling setelah selesai kelas, sembari istirahat menunggu kamar mandi yang kosong.
Pdkt nya meningkat, dia ngajak aku minum kopi disatu gerai kopi yang aku tau pasti secangkir kopinya gak murah, berlipetlah harganya kalo dibanding dengan ngopi di warteg.
"In, gak buru-buru pulang kan, ngopi dulu yuk" ajaknya. Aku iyain aja,
"Emang abang mau bayarin?"
"Buat kamu apa sih yang enggak" kayanya ini jawaban standard lelaki kalo mo ngegombalin perempuan deh.
Kami ngobrol ngalor ngidul sembari minum kopi, secangkir dah abis tapi masi terus aja ngobrolnya. Si abang memang temen ngobrol yang enak, ada aja topik yang dia obrolin diselingi dengan humornya yang membuat aku terpingkal-pingkal. Gak kerasa dah larut juga, tapi kami masih belum beranjak dari kedai kopi itu. "In, dah malem nih, aku anterin kamu pulang ya"
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa - Kayanya dia sengaja ngajak aku ngobrol lama supaya bisa nganter aku pulang. Tipuan standard laki-laki lagi, aku sih udah paham lah kalo tipuan dan gombal standard kaya gitu. Daripada pulang sendirian naek taksi, ya gak ada salahnya mau dianter aman dan hemat uang taksi kan.
Kesempatan lain pdkt meningkat, dia ngajakin aku makan disalah satu resto yang ada di mal itu. "Abang banyak duit ya, bayarin aku terus" Aku gak nanya lagi dia mo traktir aku gak, aku tembak langsung aja minta dibayarin.
"Aku yang ngajak ya aku yang bayar."
"Kalo gitu aku gak mo ngajak abang minum kopi atau makan, ntar aku yang bayar." Dia tertawa.
"Ya enggaklah, biar kamu yang ngajak tetep aja aku yang bayar."
"Abang baek banget."
"Aku tuh suka ama kamu In", kaget juga aku mendengar tembakan langsungnya itu.
"Kamu dah punya pacar In." Aku ngangguk,
"Kalo gitu kita ttm an aja ya. Kamu mo makan apa." Sembari liat menu dia nawarin makanan yang dia rasa enak.
"Wah abang sering ya makan disini, ama member yang mana bang," godaku.
"Ya pernahlah, ama temen-temen aja, ama member baru ama kamu ini."
"Masak sich."
"Iya." Aku gak ngedesek lebih lanjut,
"Kok suka ama aku bang, kan banyak member lain yang lebih cantik dan lebih seksi dari aku."
"Aku seneng ama wanita yang imut tapi berisi kaya kamu In."
"O gitu ya." Aku sih seneng aja dipuji gitu, prempuan mana sih yang gak suka kalo dipuji lelaki.
"Aku berisi bang, ya isinya jeroan, kalo gak ada jeroan dah jadi mumi kan."
"Maksud aku bodi kamu menarik diliat dan kamu imut juga."
"Becak kali ditarik," dia tertawa.
Makanan pesanan udah dateng, kami makan sembari becanda terus. Aku gak nanggepin serius gombalannya tentang suka ama aku, udah sering banget aku dapet gombalan kaya gitu dari lelaki yang pdkt ama aku. "Cowok kamu gak marah kan aku traktir kamu."
"Ya gak lah, kan cuma traktir."
"Kalo lebih dari traktir?"
"Misalnya?"
"Ajakin nonton."
"Ya gak apa lah, cuman nonton kan?" Dia terdiam.
Aku segera mengalihkan pembicaraan supaya dia gak terpojok atas jawabanku. Kami menikmati makan malem itu dengan santai, selesai makan seperti biasa dia nganter aku pulang.
"Kamu kos ya In?"
"Iya."
"Sekamar sendiri."
"Gak, ada temenku, mahal bang kalo sendirian."
"Ama cowok kamu?"
"Gak lah, ama Sari."
"Sari gak member?"
"Gak tuh, dia males suruh olahraga."
"Gemuk dong."
"Gak, justru lebih sexy dari aku."
"Wow."
"Pengen kenal pasti ya."
"Gak lah, kenal kamu dah cukup kok."
"Masak?" godaku
"Belon aja liat Sari, cowokku aja ngiler liat bodinya Sari."
"Padahal dah punya cewek yang seksi kaya kamu ya."
"Namanya lelaki, ibarat kucing, dah kenyang makan dirumah masih aja nyari tulang ikan di tong sampah."
"Waduh, disamain ama kucing."
"Abis mo disamain ama anjing?" Kami tertawa.
Dah sampe di kos, aku sengaja nawarin mampir.
"Mo mampir bang, kenalan ama Sari."
"Gak ah, dah malem, masak bertamu malem-malem."
"Nanti nyesel loh, kalo malem gini Sari cuma pake tengtop ma celpen, napsuin banget liatnya."
"Laen kali deh." Gak tergoda juga.
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa - Kesempatan laen lagi, abis makan dia ngajakin aku nonton. Aku iyain aja, dibioskop dia ngelus-elus tanganku.
"Kamu mau kan jadi ttm aku" bisiknya.
"Nonton kok ngobrol, kan jadi gak ngikutin filmnya."
"Sori, terganggu ya." aku membiarkan tangannya menjelajah, tangan, lengan dan pahaku di elus-elusnya.
"Bang, geli," waktu tangannya mengelus-elus pahaku yang tertutup jins ketat, soalnya tangannya makin lama makin keatas. Karena kursinya gak lebar ya aku gak bisa ngangkang, jadi cuma nyentuh pangkal pahaku aja, naek juga aku dielus-elus terus kaya gitu.
"Tangan abang nakal ih, untung kursinya sempit."
"Kalo lebar napa."
"Pasti deh dah ketengah," jawabku to the point.
"Mau kan kalo ketengah juga." balasnya, aku cuma senyum aja.
"Aku pengen cium kamu deh In, boleh ya." Dia merangkul aku, aku menoleh kearah dia dan membiarkan bibirnya menyentuh lembut bibirku.
Pelan dihisapnya bibirku, aku membalas menjulurkan lidahku kedalam mulutnya, segera dibelitnya lidahku dengan lidahnya dan tangannya mulai meraba tokedku, diremasnya pelan. Aku makin horny jadinya. Sengaja ku elus selangkangannya, terasa ada sesuatu yang keras banget disitu.
"Bang cuma ciuman aja dah ngaceng si."
"Abis aku napsu liat bodi kamu, toked kamu kenceng deh."
"Gak gede kan bang."
"Tapi proporsional ama bodi kamu."
Ciumannya dilepas karena film udah selesai dan seperti biasa aku di anter pulang.
"Mo mampir bang? tapi Sari gak ada, nginep dirumah temennya, katanya.
" Kayanya dia udah napsu berat, dia ikut aja ke kamarku. Sesampai dikamar, dia merangkulku dari belakang.
"In aku horny nich. Kamu cantik deh malam ini," ucapnya.
"Memang malem kemaren-kemaren gak cantik ya bang."
"Malem ini lebih cantik lagi."
"Gombal, pasti ada maunya"
"Kamu juga mau kan."
Kemudian dia melingkarkan tangannya ke pinggangku, aku sedikit bergerak lebih mendekatkan badanku ke dalam pelukannya. Dia menggerakkan tangannya dengan lembut untuk menyentuh bagian bawah tokedku aku hanya memejamkan mata saja, penisnya yang mengeras berhimpitan dengan pantatku. Perlahan ia mulai meremas dengan halus tokedku, aku membiarkan telapak tangannya membelai-belai tokedku, jantungku sedikit berdebar-debar.
Dia mulai menciumi bagian tengkuk leherku sambil memasukkan tangannya kebalik blusku. Braku diangkatmya keatas sehingga tokedku terbebas untuk diremas-remas. Terutama remasan telapak tangannya terhadap pentilku. Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa, Tokedku pun menjadi agak mengeras oleh karena sentuhan dan remasan lembut tangannya
"Bang, mmh.., geli"
"Aku sayang sama kamu, In" sahutnya sambil sedikit ngos-ngosan. Ia masih saja meraba tubuhku. "Engh, badanku jadi lemas semua nih," aku berucap sambil setengah merengek. Vaginaku pun mulai terasa hangat dan lembab. Dia masih terus meremas-remas tokedku. Malah ia mulai memasukkan satu tangannya ke dalam jinsku.
"Sempit yank." Dia mengubah panggilannya ke aku, Aku seneng aja dipanggil gitu.
"Dilepasin aja ya yank." tanpa menunggu jawabanku, dia mengangkat blusku ke atas.
Aku mengangkat tanganku ke atas membantu dia melepaskan blusku, gak lama kemudian kaitan braku dilepasnya sehingga braku pun meluncur meninggalkan tempatnya.
Kancing jinsku dilepas, resletingnya dibuka dan dia menarik jinsku kebawah sembari berjongkok. Dia mencium pantatku yang masih tertutup cd minim, aku sampe menggelinjang. Dia bangkit berdiri, tangan satunya meremas tokedku kembali dan satunya lagi masuk ke dalam cdku. Jembutku yang halus dielus-elusnya, kemudian terasa jarinya menyentuh bibir vaginaku. Aku menggelinjang. Nafasku mulai tidak terkontrol, vaginaku sudah mulai berdenyut-denyut.
baca juga : Cerita Dewasa Dukun Cabul Garap Menantu
Aku dibaringkannya di ranjang, ditindihnya tubuhku dengan birahi yang mulai tidak terkontrol. Segera dia mengulumi pentilku.
"Bang, mmmmppphhh.., sshh," erangku. Dia terus asik dengan aktivitas birahinya. Lidahnya mempermainkan pentilku dengan penuh perasaan. Mataku terpejam dan tanganku membelai kepalanya, merasakan kenikmatan jilatan-jilatannya. Dia akhirnya mulai tak sabar, ditariknya turun cdku, kemudian dia pun melepas semua yang menempel dibadannya. Penisnya sudah tegak.
Di kangkangkannya kedua kakiku dengan perlahan. Penisnya dia arahkan ke dalam pangkal pahaku. Sleep!, setengah detik kemudian palkonnya mulai memasuki liang vaginaku. Dia mulai menggerakkan pinggangnya naik turun. Napasnya semakin ngos-ngosan tatkala tubuhnya mulai bergerak menindih tubuhku. Tokedku bergoyang-goyang karena gerakan sodokannya.
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa, Aku juga merespon gerakkan yang dilakukannya, vaginaku berdenyut-denyut ketika penisnya terus bergerak dalam liang vaginaku. Pinggangku bergerak berputar-putar dan sambil merintih penuh rasa nikmat.
"Bang.., mmmppphhh enghhnak.., enghh terusshhsshh," rintihku dalam kenikmatan.
Desahanku membuat nafsunya semakin menjadi-jadi. Konsentrasinya hanyalah pada gerakan tubuhnya yang maju mundur. Batang penisnya seperti dipijit-pijit di dalam lubang vaginaku. Dia semakin mempercepat gerakannya.
"Engghh.., yang.., engghh lebihhss kerassh.. sshh," aku mendesah. Dia semakin mempercepat gerakannya.
Bunyi kecepak-kecepuk menjadi semakin berirama, gerakannya kini telah menjadi hentakan-hentakan. Aku masih terus memeluk erat tubuhnya sambil terpejam. "Esshh.., Ahh.., ahh.. ampirr.., ashh," aku mendesah-desah. Aku merasa sudah hampir mencapai puncak.
Gerakan tubuhnya menjadi sangat cepat, dia menghentakkan badannya makin keras dan lama ke dalam tubuhku. tubuhku tampak bergetar. Tanganku pun memeluk tubuhnya dengan eratnya. Aku telah sampai dipuncak kenikmatan. "Bang, nikmatnya." lenguhku.
Dia memperlambat genjotannya, membiarkan aku menikmati orgasmeku yang pertama.
"Abang blon kluar ya." Dia menggeleng sambil tersenyum,
"Kamu makin cantik deh In kalo lagi nikmat gitu," katanya sambil mengusap rambutku yang basah kringeten.
"Terusin bang, kan abang blon keluar."
"Santai aja, kamu atur napas dulu lah, baru mulai lagi. Mo minum gak, aku ambilin ya." Tanpa menunggu jawabanku, dia mencabut penisnya dan mengambil minuman yang ada dilemari esku.
Penisnya yang masih keras berlumuran cairan kenikmatanku, mengkilap kena sinar lampu.
"Abang kuat ya, cowokku biasanya bareng aku ronde pertama gini." Dia tersenyum dan memberikan minuman ke aku. Segera kuteguk abis minuman itu. "Lagi?" Aku menggeleng sambil mengatur napasku. Aku membelai-belai batang penisnya itu dengan penuh kelembutan, dia langsung mengulum pentilku yang sudah mulai menegang lagi itu. Tokedku pun mulai terasa mengeras lagi.
"Ssshh..," aku mendesah penuh kenikmatan saat dia mengulum pentilku serta meremas-remas tubuhku. Kemudian dia menjilati seluruh tubuhku.
"Enghh.., ahhng.., ahh.., nggssh," aku mendesah. Napasnya mulai ngos-ngosan. Diarahkan batang penisnya ke dalam selangkanganku. Sleep!. Batang penisnya pun telah masuk lagi ke dalam lubang vaginaku.
Aku merasakan tubuhku dimasuki sesuatu yang terasa luar biasa enaknya, mataku terpejam sangat dalam. Tubuhku mulai merespon gerakan naik turunnya. Nafasku tidak teratur dipenuhi dengan dorongan nafsu yang mulai tinggi. "Aahh.., esshh.., ahh," aku mulai mengerang kenikmatan. Aku pun memegangi pantatnya untuk membantu gerakan naik turun. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Sari masuk. Dia kaget melihat live show yang sedang berlangsung di ranjang.
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa "Wah In, ama sapa neh, gak ngajak-ngajak sih." Si abang kaget, dia langsung mencabut penisnya dari vaginaku.
"Nih si abang, instruktur fitness tempat aku nge gym. Bang, ini Sari, sexy banget kan." Memang Sari cuma pake tengtop dan jins ketat sehingga lekuk bodinya sangat mengundang napsu lelaki yang melihatnya, termasuk si abang. Dia tampak sangat bernapsu melihat bodi Sari, "Ayo Sar, join, aku udah klimax neh, si abang blon ngecret juga." Si abang segera turun ranjang mendekati Sari, dipeluknya Sari dan diciumnya bibir Sari dengan penuh napsu. Sari pun segera meremas penis si abang yang berlumuran cairan vaginaku.
"Bang, Sari mau dong." Segera si abang melucuti semua pakaian Sari dan menyeret Sari ke ranjang. Aku turun dari ranjang dan tiduran disofa, nonton adegan live show yng segera akan dimulai. Dikangkangkannya paha Sari dan segera penisnya dah menyelam kedalam vagina Sari. "Ih si abang napsu banget, nikmatnya." Sari melolong keenakan. Dengan penuh nafsu si abang ngentotin Sari. Sari merepon dengan desahan-desahan.
Tangan si abang memegangi paha Sari dan pinggangnya terus bergerak di sela-sela selangkangan Sari. Melihat adegan nikmat itu, aku mulai terangsang lagi. Aku mendekati si abang. Kucium bibirnya waktu si abang menoleh ke aku. Dia segera merespon ciuman itu dengan lumatan yang penuh birahi sambil terus asik dengan aktivitas maju mundur untuk meningkatkan kenikmatannya. "Eng.., ssh.., nikmat.., bang," desah Sari.
Suara kecepak kecepok menjadi semakin keras dan berirama sering dengan gerakan kontol si abang keluar masuk liang vagina Sari. Aku semakin larut dengan permainan mereka. Vaginaku pun telah menjadi basah karena terangsang melihat adegan asik itu. Tubuh Sari pun ikut maju mundur seiring dengan gerakan si abang. Ia pun semakin mempererat pelukannya pada si abang, gerakan maju mundur si abang diimbangi dengan gerakan bergoyang-goyang oleh Sari.
Aktivitas ini bikin Sari merasa ada sesuatu yang mendesak, Sari semakin mempercepat goyangannya. Ia memeluk si abang sangat erat sambil terus mengoyangkan pinggulnya dengan cepat. Tiba-tiba tubuh Sari menegang dan vaginanya berdenyut-denyut seperti meledakkan sesuatu, dia merasa tubuhnya hancur berkeping-keping dalam kenikmatan. Sari sudah orgasme. "Bang, terusin ama aku lagi ya, Sari udah lemas tuh," ucapku.
"Iya bang, terusin lagi ama Inez ya, Sari lemes nih." Segera aku ngangkang disebelah mereka. Nafsuku sudah memuncak seluruh bagian tubuhku seperti menuntut untuk dicumbui. Si abang pun menarik penisnya dari vagina Sari yang telah terkulai itu. Diarahkannya batang penisnya itu ke arah lubang vaginaku. Sleep!, penisnya langsung terasa tersedot-sedot. Ditindihnya tubuhku sambil menciumi tokedku dan pinggangnya melakukan gerakan naik turun. Aku melingkarkan tangan pada punggungnya.
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa "Enghh terusshh.., bang.., masukin terus.., enggsshh," desahku sambil terpejam. Dengan perlahan si abang menarik tubuhku agar duduk di atas pinggangnya, posisi women on top ini semakin membuat penisnya masuk lebih dalam lagi. Tangannya memegangi pantatku, aku juga merasa vaginaku terisi lebih penuh oleh batang penisnya. Segera aku melakukan gerakan maju mundur diselingi gerakan memutar pantatku, meremas-remas penisnya dengan otot dinding vaginaku.
"Nikmatnya In." si abang yang sekarang mendesah karena semakin merasa penisnya disedot-sedot oleh vaginaku. Aku yang berada di atas tubuhnya terus menggerakkan badanku. Kami telah larut dalam gerakan berirama. Si abang sesekali mengenjotkan penisnya keatas mengiringi geolan pantatku.
"Enghh.., terus.., bang.., Enghh enaahkk," mataku terpejam sembari mendesah. Si abang terus menggerakan pinggangnya semakin cepat, goyanganku pun menjadi samakin cepat pula. Vaginaku terasa semakin berdenyut-denyut oleh sodokan-sodokan penisnya.
"Lebihh kerashh.., enghh lagi," aku merasakan tubuhku akan meledak. Gerakanku menjadi semakin cepat dan keras. Tiba-tiba saja tubuhku menegang tanda aku kembali mencapai puncak kenikmatan. "Bang kuat banget si, aku dah klimaks lagi abang blon ngecret juga, terusin lagi ma Sari ya bang." Dia segera mencabut penisnya dari vaginaku dan menghampiri Sari yang masih terkapar. Si abang mencium bibir Sari, pertama lembut namun kemudian semakin ganas. Sari membalas ciuman itu. Mereka saling melumat lidah dan menghisap, si abang meremasi toked Sari yang semakin lama makin mengeras.
Kemudian si abang menciumi leher Sari dengan lembut, tangannya yang satu mulai menggerayangi vagina Sari yang dah terbuka itu.
"Ash.., neghh, bang," desah Sari.
"Sar dari belakang ya," katanya.
Sari disuruhnya nungging, perlahan diarahkannya penisnya yang masi sangat keras itu ke vagina Sari. Slepp!, kontol si abang mulai memasuki lubang vagina Sari.
Cerita Dewasa Instruktur Gym Perkasa "Bang, nikmatnya." erang Sari. Lututnya seperti hampir copot ketika kontol si abang masuk ke dalam lubang vaginanya.
"Eenghh.., nikmat, terusshh," desah Sari sambil memejamkan mata. Si abang memegangi pinggang Sari dan terus menyodok-nyodokan penisnya ke vagina Sari. Penisnya terasa seperti dipijat-pijat dan disedot-sedot. Dia kemudian membungkukkan badan agar tangannya dapat meremas toked Sari yang ranum menggantung.
Gerakan mereka makin lama makin cepat, Sari sudah tertelungkup di ranjang dengan pantat nungging ke atas dan si abang ngentotin dari belakang.
"Terusshh, bang.., enakk," desah Sari.
Beberapa saat kemudian si abang mempercepat gerakannya. Ia memeluk erat tubuh Sari, pinggangnya masih melakukan gerakan maju mundur. Tiba-tiba tubuhnya mengejang sambil penisnya disorongkan secara mendalam ke lubang vagina Sari. Dia telah sampai di puncak kenikmatan. Croot.., croot.., croott, peju si abang menyembur dahsyat membasahi lubang vagina Sari. Sari pun bergetar menerima semburan peju si abang dan mengerang keenakan, tubuhnya menengang dan kemudian melemas, Sari dah nyampe juga. Malem itu si abang masih sekali lagi ngentotin kami berdua. Rupanya kegiatan fitness yg rutin membuatnya kuat ngentotin kita berdua.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.